Hal-hal Inilah yang Menjadikan Desain Interior Kontemporer

Salah satu gaya desain interior yang sering direkomendasikan adalah gaya desain interior kontemporer. Sebuah gaya desain interior yang lebih sering disamaartikan dengan desain interior modern.

Padahal kedua istilah itu jelas berbeda maknanya. Apalagi jika ditelusuri secara lebih cermat ada ciri yang dimiliki masing masing gaya desain interior tersebut.

Kata modern lebih mengacu pada konsep yang ketat dan aturan yang kuat, yang dipengaruhi oleh bahan yang alami, warna dan elemen elemen geometri seperti garis dan bentuk bentuk tertentu. Sementara kontemporer lebih luwes dan fleksibel. Ia tidak mewakili suatu aturan tertentu, tetapi lebih mengacu pada saat atau waktu tertentu.

Kontemporer, bisa jadi sebuah gaya desain interior kekinian yang bisa jadi menjadi vintage pada saat tertentu. Tetapi kontemporer jauh lebih fleksibel jika dibandingkan dengan modern.

Sebuah gaya desain interior yang dianut suatu masa barangkali menjadi kontemporer namun pada kala waktu tertentu, sepuluh atau limabelas tahun ke depan makna serta bentuk desain kontemporer menjadi berbeda, karena pengaruh perkembangan waktu, ilmu dan teknologi.

Agar mendapatkan gambaran yang lebih sempuna tentang gaya desain interior kontemporer, berikut akan disajikan konsep dari desain interior kontemporer.

Tampilan Ruang

Rapi dan bersih merupakan perfoma dari sebuah gaya desain interior kontemporer. Rapi dan bersih dari gaya desain interior kontemporer ini bisa dilihat dari performa warna serta bahan yang digunakan sebagai elemen pembangunnya.

Yang perlu dicatat dari tampilan ruang gaya desain interior kontemporer ini adalah adanya perubahan yang mungkin begitu cepat, sehingga bisa jadi konsep tampilan ruang yang hari ini dikatakan sebagai kontemporer menjadi berubah dan selalu berpacu dengan tren yang ada.

Pengaplikasian Banyak Garis

Garis-garis yang ramping sering dijumpai pada desain interior kontemporer. Garis garis ini bisa jadi diaplikasikan pada perabot atau elemen dekorasi pada sebuah ruangan.

Bahan-bahan yang lembut, seperti beludru ataupun sutra yang terpadu dengan garis garis ramping akan memberikan kesan lentur dan menghilangkan kesan kekakuan pada sebuah ruangan.

Satu hal yang menjadi titik tekan pada desain interior kontemporer adalah fungsionalitas perabot yang ditempatkan. Perabot-perabot dengan unfungsional tidak akan mendapatkan tempat pada desaian interior komtemporer. Sebaliknya minimalis tetapi jelas fungsinya menjadi pilihan sebuah perabot untuk ditempatkan di sebuah ruangan.

Pengaturan Cahaya

Idealnya sebuah desain interior kontemporer, akan memanfaatkan cahaya alam yang masuk dalam ruangan lewat bukaan yang lebar. Hal ini disengaja disamping untuk efisiensi juga untuk memfokuskan pada satu hal yang memang dijadikan sebagai vocal point.

Celah celah yang bisa dimanfaatkan sebagai jalan masuknya cahaya alam akan dioptimalkan. Hal ini akan menimbulkan kesa luas dan longgar pada sebuah ruangan.

Beberapa ciri desain interior kontemporer tersebut hendaknya dicatat sebagai sebuah ciri pada periode tertentu. Dalam perkembangan berikutnya bisa jadi ada yang lebih kontemprer lagi jika dibandingkan dengan bentuk dan gaya desain interior kontemporer saat ini.