Taman Vertikal Solusi Terbaik untuk Kebutuhan Taman pada Rumah Minimalis

Taman Vertikal – Anda tidak mempunyai lahan untuk membuat taman padahal Anda menginginkan adanya taman di rumah Anda? Solusinya adalah vertical garden. Vertical garden atau taman tegak adalah salah satu taman yang saat ini banyak diminati. Hal ini disebabkan taman tegak ini tidak membutuhkan tambahan lahan. Karena sesuai namanya, taman ini akan tercipta tegak vertikan menempel di dinding.

taman vertikal dalam ruangan 4

Awalnya vertical garden ini merupakan taman alternatif karena lahan yang tidak memadai untuk membuat horizontal garden. Tapi seiring perkembangannya, kini sebuah hunian terkadang memadukan antara taman tegak dengan taman horizontal.

Fungsi taman tegak sama seperti taman pada umumnya. Ruangan hijau di sekitar atau bahkan di dalam rumah sering menjadi dambaan setiap orang. Dengan adanya ruang hijau tersebut selain akan mengurangi panasnya suhu udara juga akan menjamin tersedianya oksigen yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

taman vertikal dalam ruangan 3

Untuk membuat taman tegak di rumah kita, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti jenis tanaman, media tanam dan juga tempat yang akan dipakai untuk taman tegak. Tanpa memperhatikan hal itu, taman tegak yang Anda buat tidak akan bisa optimal sesuai dengan keinginan Anda.

Jenis Tanaman Vertical Garden

taman vertikal dalam ruangan

Karena nantinya tanaman ini akan menempel pada bidang vertikal, entah itu dinding rumah atau tempat (frame) yang sengaja kita buat, hendaknya tanaman yang akan ditanam adalah tanaman yang tingkat pertumbuhannya rendah, ringan tapi kuat dan mampu menyerap air.

Sangat tidak dianjurkan menjadikan tanaman rambat sebagai tanaman untuk taman tegak, karena tanaman rambat, di samping mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi juga akan menyulitkan Anda dalam mengontrol pertumbuhannya.

Media Tanam untuk Vertical garden

taman vertikal dengan frame kayu

Terkait dengan media tanam tanaman pada taman vertikal ini ada hal penting yang harus menjadi prioritas perhatian Anda. Media yang digunakan untuk taman vertikal harus mampu memenuhi tiga unsur yang menjadi syarat pertumbuhan tanaman. Ketiga unsur itu adalah air, pupuk dan cahaya. Karenanya, dalam pembuatan dan pemilihan media tanam ketiga unsur itu harus diperhatikan.

Tempat yang Dipakai

lampu untuk vertical garden

Tidak masalah Anda menempatkan taman vertikal itu di luar atau pun di dalam ruangan selama ketiga hal yang menjadi unsur pertumbuhan tanaman terpenuhi. Pemilihan tempat ini juga akan mempengaruhi jenis tanaman. Misalnya, Anda akan menempatkan taman vertikal tersebut di dalam ruangan, tentu Anda akan memilih tanaman indoor, karena tanaman indoor tentu lebih sedikit membutuhkan cahaya matahari jika dibanding dengan tanaman outdoor.

Nah, setelah Anda memahami hal tersebut, lalu bagaimana cara membuat taman vertikal? Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuat vertical garden.

Langkah pertama Membuat Vertikal Garden
cara membuat vertikal garden

Siapkan Frame untuk taman vertikal Anda. Frame dapat terbuat dari baja ringan ataupun dari kayu. Tetapi kami lebih menyarankan menggunakan baja ringan karena tentu lebih tahan lama jika dibanding frame berbahan kayu.

Anda dapat membuat frame dengan ukuran 0,5 m x 1 m. Meskipun demikian tentu saja frame ini menurut keinginan Anda. Anda dapat membuatnya lebih kecil atau lebih besar dari itu. Setelah itu pasanglah frame tersebut ke tembok menggunakan baut fisher atau jenis perekat lainnya. Jangan lupa memberi celah minimal 7 cm dari tembok. Ini untuk menghindari media tanam menempel di tembok secara langsung yang dapat berakibat tembok akan ditumbuhi lumut.

Langkah kedua Membuat Taman Vertikal

20-vertical-garden (1)

Selanjutnya, letakkan media tanam (misal berupa velt sabut kelapa atau geotextile) Buatlah lubang pada bagian depan ke samping dan ke bawah untuk menanam. Jarak masing-masing lubang sekitar 12 cm. Selanjutnya Anda bisa menanam tanaman yang sudah Anda persiapkan. Pilihlah tanaman yang sudah berakar. Pilihlah juga tanaman dengan tajuk yang sedikit sehingga tanaman tidak mudah layu sebelum tanaman benar-benar tumbuh.

Langkah ketiga Membuat Taman Vertikal

pengairan manual

Setelah proses penanaman selesai, Anda perlu mempertimbangkan proses pengairannya. Anda dapat menerapkan pengairan otomatis sehingga Anda lebih ringan dalam pemeliharaannya atau jika mau Anda bisa menerapkan pengairan manual. Semua terserah Anda.

Untuk pengairan otomatis Anda dapat menggunakan sistem drip irigasi dengan jarak pengairan dari atas 3 meter dan jeda waktu penyiraman dapat Anda seting misalnya 3 sampai dengan 5 kali dalam sehari selama 2 menit setiap kali penyiraman. Agar kucuran air merata sebaiknya Anda menggunakan kelep (nosel) sebagai pressure regulator. Dan tetesan air yang tidak terserap oleh tanaman dapat dialirkan ke atas untuk didaur ulang.

Itulah langkah-langkah dalam membuat taman vertikal. Setelah taman vertikal terbuat hal yang tidak kalah penting untuk Anda lakukan adalah merawat taman tersebut dengan memperhatikan intesitas cahaya dan pemupukan.

Jika Anda menempatkan taman vertikal tersebut di dalam ruangan yang intensitas cahayanya kurang, ada baiknya Anda menggunakan bantuan cahaya lampu untuk mencukupi kebutuhan tanaman terhadap cahaya. Sedangkan untuk pemupukannya usahakan secara rutin dan terjadwal sehingga kesuburan dan kesegaran tanaman tetap terjaga.